Kamis, 02 Desember 2021

Perancangan Aplikasi Web

PERANCANGAN APLIKASI WEB

PERTEMUAN - 11


1. Langkah-langkah Web Design 

Langkah-langkah web design dengan membuat:

1. Perancangan Isi

Dikembangkan selama tahapan analisis, dilakukan  sebagai basis untuk penetapan objek-objek 

2. Perancangan Estetika (Perancangan Grafis)

Membuat tampilan yang akan dilihat oleh user

3. Perancangan Arsitektural

Fokus pada struktur hypermedia untuk semua objek isi  dan untuk semua fungsi pada aplikasi web

4. Perancangan Antarmuka

Menentukan tampilan dan mekanisme interaksi yang mendefinisikan user interface 

5. Perancangan Struktur Navigasi

Mendefinisikan bagaimana end user melakukan penelusuran untuk melintasi hypermedia 

6. Perancangan Komponen

Merepresentasikan rincian struktur elemen-elemen fungsional aplikasi web

2. Sifat-sifat aplikasi Web 

  • Kepadatan jaringan
  • Keserempakan
  • Jumlah pengguna yang tidak dapat diprediksi
  • Kinerja
  • Ketersediaan
  • Digerakkan oleh data
  • Peka terhadap isi
  • Evolusi yang berkesinambungan
  • Kesegeraan
  • Keamanan
  • Estetika

3. Kualitas Perancangan aplikasi Web 

Atribut Kualitas:

1. Keamanan

Kemampuan aplikasi web dan lingkungan server untuk mencegah akses yang tidak sah, dan mencegah serangan-serangan yang berasal dari luar. 

2. Ketersediaan

Pengukuran atas persentase waktu yang tersedia bagi aplikasi web untuk dapat digunakan oleh user. 

3. Skalabilitas

Aplikasi web mampu mengakomodasi kebutuhan terhadap jumlah end user yang semakin bertambah 

4. Waktu untuk masuk ke pasar

Ditinjau dari sudut pandang bisnis

Contoh desain login dari sudut pandang keamanan



4. Kualitas Aplikasi Web

1. Kemudahan Penggunaan

  • Kemudahan pemahaman situs global
  • Umpan balik dari user dan fitur-fitur bantuan
  • User interface dan fitur-fitur estetika
  • Fitur-fitur khusus

2. Fungsionalitas

  • Kemampuan pencarian dan penerimaan
  • Fitur-fitur navigasi dan perambahan (browsing)
  • Fitur-fitur aplikasi yang berhubungan dengan lingkungan

3. Keandalan

  • Pembetulan pemrosesan tautan (link)
  • Pemulihan dari kesalahan
  • Validasi dan pemulihan pada user

Sistem memberikan umpan balik kepada user jika melakukan kesalahan


4. Efisiensi

  • Kinerja waktu tanggap aplikasi web
  • Kecepatan pembentukan halaman-halaman
  • Kecepatan penggambaran grafik-grafik

5. Kemudahan Pemeliharaan

  • Kemudahan untuk dilakukan koreksi
  • Keamanan aplikasi web untuk beradaptasi
  • Kemudahan aplikasi web untuk dikembangkan


5. Perancangan Antarmuka 

• Salah satu tantangan membuat user interface adalah bagaimana caranya user masuk ke aplikasi. 

• Sasaran-sasaran user interface adalah untuk:

1. Menetapkan suatu jendela yang konsisten untuk meletakkan isi-isi dan fungsionalitas yang disediakan oleh user interface 

2. Memandu user melalui serangkaian interaksi dengan aplikasi web yang dikembangkan 

3. Mengorganisasikan pilihan-pilihan navigasi dan isi-isi yang dapat dilihat user yang dapat berupa menu navigasi, icon grafis, dan gambar-gambar grafis 

Contoh desain web berbasis android


6. Perancangan Estetika 

Sering juga disebut Perancangan Grafis, yang merupakan tambahan artistik yang sering digunakan untuk melengkapi  aspek-aspek teknis dari perancangan aplikasi web. 

Tata letak yang baik pada perancangan interface:

1. Jangan mengisi bagian dari halaman web dengan informasi yang akhirnya sulit untuk mengidentifikasi  informasi tersebut 

2. Lakukan penekanan pada isi yang merupakan alasan utama bagi user untuk masuk ke aplikasi web 

3. Lakukan pengelompokkan fitur navigasi, isi, dan fungsi

4. Jangan perluas bagian aplikasi dengan penggunaan scrollbar, sebaiknya kurangi isi yang jumlahnya banyak 

5. Sesuaikan resolusi layar dan ukuran jendela browser

Contoh

Sebaiknya tidak menggabungkan semua kebutuhan penggunaan aplikasi, pisahkan antara pemesanan dengan pengembalian mobil, serta penggunaan warna teks yang seharusnya mudah dibaca


7. Perancangan Isi 

• Hubungan objek isi dengan objek isi lainnya adalah sebagai bagian dari suatu model kebutuhan untuk aplikasi web. 

• Permasalahan yang terjadi pada perancangan isi jika jumlah objek isi yang digabungkan untuk membentuk  halaman web tunggal merupakan fungsi dari kebutuhan  user, yang dibatasi oleh kecepatan pengunduhan  koneksi ke internet, juga dibatasi oleh besarnya ukuran  jendela monitor yang digunakan user.

Contoh

Tampilan rancangan desain isi buku(objek)


8. Perancangan Arsitektural 

• Perancangan arsitektur web terkait dengan sasaran untuk aplikasi web, terkait dengan isi yang akan ditampilkan, user, dan navigasi.

• Arsitektur isi pada umumnya fokus pada bagaimana objek-objek isi distrukturkan agar layak untuk dipresentasikan kepada user dan menarik untuk ditelusuri.

• Aplikasi web distrukturkan untuk dapat mengelola interaksi user dengan aplikasi web, bagaimana menangani pekerjaan proses internal, bagaimana melakukan pengaturan navigasi, serta bagaimana menampilkan isinya.

A. Arsitektur Isi

1. Struktur Linier: dilakukan saat interaksi user dengan aplikasi web secara umum memperlihatkan urutan yang dapat diramalkan. Contoh: urutan pemasukan pemesanan produk dimana informasi tertentu harus dalam urutan yang bersifat spesifik.


2. Struktur Grid: arsitektur yang diterapkan saat isi aplikasi web dapat diorganisasikan menjadi 2 dimensi atau lebih. Dimensi horizontal merepresentasikan jenisjenis produk, dan dimensi vertikal merepresentasikan penawaran yang disediakan oleh penjualnya.


3. Struktur Hirarki: rancangan dimungkinkan adanya pencabangan hypertext (aliran kendali) secara horizontal bergerak melintasi cabang-cabang vertikal pada struktur aplikasi web.
4. Struktur Jaringan (Web Murni): struktur ini dapat digabungkan untuk membentuk struktur-struktur yang bersifat komposit. 
B. Arsitektur AplikasiWeb

• Mendeskripsikan infrastruktur yang memungkinkan sistem atau aplikasi berbasis web untuk mencapai sasaran-sasaran bisnisnya. 

• Arsitektur aplikasi web dibuat dalam 3 lapisan yang bertujuan untuk memisahkan antarmuka dari mekanisme navigasi dan dari perilaku yang dimiliki oleh aplikasi. 

Hal ini akan menyederhanakan implementasi aplikasi web dan akan meningkatkan penggunaan ulang komponen-komponennya.

Aristektur MVC (Model View-Controller) secara fungsional dijelaskan sebagai berikut: 

a. Pengendalian: mengelola akses ke model, ke view dan melakukan koordinasi aliran data di antara model dan view. 

b. Model: memuat semua isi yang bersifat spesifik terhadap aplikasi dan memuat logika pemrosesan, termasuk di dalamnya semua objek isi. 

c. View: memuat semua fungsi yang bersifat spesifik terhadap user interface yang di dalamya termuat presentasi isi dan logika pemrosesan, objek isi, akses ke data dan ke sumber informasi lainnya, dan semua fungsionalitas pemrosesan yang diperlukan end user.


9. Imlementasi Penting Desain Web 

Sasaran perancangan web yang baik:

1. Kesederhanaan (Simplicity)

Fungsi-fungsi mudah digunakan dan mudah dipahami

2. Konsisten (Consistency)

Konstruksi perancangan isi dibuat secara konsisten.

Misalnya: jenis font yang sama pada semua dokumen teks, skema warna dan gaya yang konsisten 

3. Identitas (Identity)

Estetika, user interface, dan perancangan navigasi harus konsisten dengan lingkungan aplikasi untuk apa aplikasi web itu dibuat atau dikembangkan. 

4. Ketangguhan (Robustness)

User pada umumnya mengharapkan isi dan fungsi yang relevan terhadap kebutuhan user.

5. Kemudahan melakukan navigasi dalam aplikasi

Aplikasi web seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga tampilannya intuitif dan hasilnya dapat dengan mudah diramalkan. 

6. Daya tarik visual (Visual Appeal)

Tampilan isi, rancangan user interface, pengaturan warna, keseimbangan yang harus terjadi di antara teks, grafik dan media lainnya, mekanisme navigasi sangat memiliki kontribusi pada daya tarik visual 

7. Kompatibilitas (Compatibility)

Aplikasi web akan digunakan pada berbagai jenis lingkungan eksekusi aplikasi yang berbeda (hardware, OS, browser, dan koneksi internet)


Kamis, 25 November 2021

Desain Arsitektur

Pertemuan 10 Ringkasan Desain Arsitektur


1. Konsep Desain Arsitektur 

• Perancangan arsitektur merupakan tahap pertama dalam proses perancangan PL, yang dimulai dengan perancangan data kemudian berlanjut pada penurunan satu atau lebih struktur arsitektural sistem.

• Arsitektur sistem/PL adalah struktur sistem/PL yang menggabungkan komponen PL, menggabungkan properti yang tampak dari komponen tersebut, dan mendeskripsikan hubungan antar komponen.

• Output dari perancangan arsitektur berupa model arsitektur yang menggambarkan bagaimana sistem diatur sebagai satu set komponen yang saling berkomunikasi.

2. Arsitektur Perangkat Lunak 

Arsitektur mencakup:

• Komponen bangunan yang berbeda dapat diintegrasikan menjadi suatu bentuk keseluruhan yang bersifat kohesif

• Bangunan yang dibuat sesuai dengan lingkungannya

• Bangunan yang dibangun sesuai dengan kegunaannya

• Tekstur, warna dan material pembentuknya dikombinasikan untuk membuat tampilan yang bagus

• Perancangan pencahayaan, template, dan garis batas

• Merupakan suatu bentuk seni 

Arsitektur PL merupakan representasi yang memungkinkan untuk:

1. Melakukan analisis terhadap efektivitas perancangan dan disesuaikan dengan kebutuhan yang dinyatakan sebelumnya

2. Melakukan pertimbangan alternatif arsitektural pada tahap dimana perubahan rancangan dapat dilakukan dengan cara yang relatif mudah

3. Mengurangi risiko yang berhubungan dengan konstruksi PL

Alasan arsitektur PL:

• Representasi arsitektur PL adalah sesuatu yang memungkinkan terjadinya komunikasi di antara semua pihak yang tertarik pada pengembangan sistem berbasis komputer 

• Arsitektur yang dibuat di awal perancangan akan memiliki efek yang menentukan pada semua pekerjaan RPL selanjutnya 

• Arsitektur menggambarkan model yang relatif kecil dan mudah dipahami, dan menggambarkan bagaimana sistem distrukturkan dan bagaimana komponen di dalamnya saling bekerja sama.

A. Deskripsi Arsitektural

Sasaran dari deskripsi arsitektural:

• Untuk menetapkan kerangka kerja konseptual dan kosa kata yang digunakan selama perancangan arsitektur PL 

• Untuk menyediakan panduan yang rinci pada waktu merepresentasikan deskripsi arsitektural 

• Untuk memandu praktek perancangan yang baik

B. Keputusan Arsitektural

Pola Deskripsi Keputusan Arsitektur

a. Permasalahan Perancangan

Deskripsikan permasalahan perancangan arsitektural yang akan diselesaikan. 

b. Penyelesaian  

Menentukan pendekatan yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan yang bekaitan dengan perancangan 

c. Kategori  

Spesifikasi kategori perancangan yang akan diselesaikan permasalahannya, seperti perancangan data, struktur isi dan komponen, integrasi, presentasi

d. Asumsi-asumsi

Indikasikan asumsi saat menentukan keputusan.  Misalnya standar teknologi, pola yang tersedia,  permasalahan yang berkaitan dengan sistem/PL 

e. Alternatif-alternatif 

Secara singkat deskripsikan alternatif yang akan dipertimbangkan dan mengapa ditolak 

f. Argumen 

Jelaskan mengapa memilih penyelesaian di atas dan alternatif-alternatif lainnya

g. Keputusan yang berhubungan

Keputusan terdokumentasi yang berhubungan dengan keputusan yang diambil 

h. Implikasi

Indikasikan konsekuensi perancangan akibat penentuan keputusan. Apakah penyelesaian akan berakibat pada perancangan lainnya? 

i. Perhatian yang berhubungan

Adakah kebutuhan lain yang berhubungan dengan keputusan yang diambil?

j. Produk kerja

Indikasikan dimana keputusan yang diambil akan tercermin dalam deskripsi arsitektur 

k. Catatan

Rujukan catatan tim lainnya yang sebelumnya telah digunakan untuk membuat keputusan


Beberapa pertimbangan dalam keputusan Arsitektur: 

1. Adakah arsitektur aplikasi generik yang dapat bertindak sebagai template untuk sistem yang sedang dirancang? 

2. Bagaimana sistem akan didistribusikan ke sejumlah perangkat keras? 

3. Pola atau gaya arsitektur apa yang digunakan?

4. Pendekatan fundamental apa yang digunakan untuk menyusun sistem? 

5. Bagaimana komponen struktural dalam sistem akan terdekomposisi menjadi sub-komponen?

6. Strategi yang akan digunakan untuk mengontrol pengoperasian komponen dalam sistem 

7. Organisasi arsitektur apa yang terbaik untuk memberikan persyaratan sistem non-fungsional? 

8. Bagaimana desain arsitektur akan dievaluasi?

9. Bagaimana arsitektur sistem didokumentasikan?


3. Tampilan Arsitektural 

1. Tampilan Logis

Abstraksi dalam sistem sebagai objek atau kelas objek.

2. Tampilan Proses

Menunjukkan bagaimana (pada saat run-time) sistem terdiri dari proses yang saling berinteraksi.

3. Tampilan Pengembangan

PL diuraikan untuk pengembangan, yaitu menunjukkan detail dalam komponen yang akan diimplementasikan oleh pengembang tunggal atau tim pengembang.

4. Tampilan Fisik

Menunjukkan perangkat keras sistem dan bagaimana komponen PL didistribusikan di seluruh sistem.


4. Gaya Arsitektur 

Gaya arsitektur mendeskripsikan kategori sistem yang mencakup: 

• Kumpulan komponen, seperti sistem basis data dan modul-modul yang melaksanakan fungsi tertentu yang diperlukan oleh sistem 

• Penghubung (konektor) yang memungkinkan komunikasi, koordinasi, dan kerja antar komponen 

• Batasan yang mendefinisikan bagaimana komponen dapat iintegrasikan untuk membentuk suatu sistem/PL 

• Model semantik yang memungkinkan perancang sistem memahami properti keseluruhan sistem


5. Pola Arsitektur 

A. Lapisan Arsitektur (Layered Architecture)

• Pemahaman tentang pemisahan dan independensi sangat penting untuk desain arsitektur karena memungkinkan perubahan secara lokal.

• Menambahkan tampilan baru atau mengubah tampilan yang ada dapat dilakukan tanpa perubahan apa pun pada data dalam model.


Pola Arsitektur Berlapis


Contoh arsitektur lapisan, dengan lapisan bawah menjadi  basis data individual di setiap pustaka pada Sistem  Perpustakaan


6. Arsitektur Aplikasi

 • Sistem aplikasi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang memiliki banyak kesamaan dan menggunakan aplikasi tertentu.

• Arsitektur aplikasi dapat diimplementasikan kembali ketika mengembangkan sistem baru, tetapi untuk banyak sistem bisnis, penggunaan kembali aplikasi dimungkinkan tanpa implementasi ulang.

A. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems)

• Aplikasi pemrosesan transaksi adalah aplikasi yang berpusat pada database yang memproses permintaan pengguna untuk informasi dan memperbarui informasi dalam basis data.

• Merupakan jenis sistem bisnis interaktif yang paling umum, di mana pengguna membuat permintaan asynchronous untuk layanan

• Transaksi basis data adalah urutan operasi yang diperlakukan sebagai unit tunggal, dan semua operasi dalam transaksi harus diselesaikan sebelum perubahan basis data dibuat permanen.

• Dari perspektif pengguna, transaksi adalah setiap urutan operasi yang koheren yang memenuhi tujuan, seperti menemukan jadwal perkuliahan.

• Sistem pemrosesan transaksi dapat diatur sebagai arsitektur 'pipe and filter' dengan komponen sistem sebagai input, pemrosesan, dan output.

• Misal: pelanggan menarik uang tunai dari ATM. Sistem ini terdiri dari dua komponen PL ATM dan PL pemrosesan akun di server basis data bank. Komponen I/O diimplementasikan sebagai PL di ATM dan komponen pemrosesan adalah bagian dari server database bank.

Contoh Aplikasi Pemprosesan Transaksi

Penjelasan

• Pengguna membuat permintaan ke sistem melalui komponen pemrosesan I / O. 

• Permintaan diproses oleh beberapa aplikasi logika. 

• Transaksi dibuat dan diteruskan ke manajer transaksi, yang biasanya tertanam dalam sistem manajemen  basis data. 

• Setelah manajer transaksi memastikan bahwa transaksi sudah diselesaikan dengan benar, kemudian memberi sinyal ke aplikasi bahwa proses telah selesai

B. Sistem Informasi

• Semua sistem yang melibatkan interaksi dengan basis data dapat dianggap sebagai sistem informasi berbasis transaksi. 

• Sistem informasi memungkinkan akses yang terkontrol ke basis informasi yang besar. Seperti katalog perpustakaan, jadwal penerbangan, atau catatan pasien di rumah sakit. 

• Sebagai contoh dari instantiation model berlapis


• Sistem dimodelkan menggunakan pendekatan berlapis di mana lapisan atas mendukung antarmuka pengguna dan lapisan bawah adalah database sistem. 

• Lapisan komunikasi pengguna menangani semua I/O dari antarmuka pengguna, dan lapisan pencarian informasi untuk mengakses dan  memperbarui database

C. Pemrosesan Bahasa (Language Processing Systems) 

• Adalah sistem di mana maksud pengguna dinyatakan dalam bahasa formal (seperti Java). 

• Memproses ke dalam bahasa formal, kemudian menafsirkan representasi secara internal. 

• Sistem pemrosesan bahasa dengan compiler, yang menerjemahkan bahasa program tingkat tinggi ke dalam kode mesin. 

• Sistem pemrosesan bahasa juga menerjemahkan bahasa alami atau buatan ke dalam representasi bahasa lain, dan bahasa pemrograman dapat mengeksekusi kode yang dihasilkan.

Contoh Sistem Pemprosesan Bahasa




Senin, 13 September 2021

Resume Cloud Computing

1. Pendahuluan

A. Pengertian Cloud Computing

• Menurut komputasi  Gartner Cloud Computing: “sebuah cara ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah  layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.” 

• Menurut  sebuah  dipublikasikan IEEE Computing makalah tahun 2008 yang Internet Cloud Computing merupakan suatu paradigma dimana suatu informasi secara permanen tersimpan di server (di Internet ) dan tersimpan secara sementara di computer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop,  computer tablet, notebook, sensor - sensor dan lain lain. 

• Cloud Computing juga dapat diartikan sebagai gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi')  dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana  awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga  merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang  disembunyikannya. Internet Cloud adalah suatu model  komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi  disajikan sebagai suatu layanan, sehingga pengguna  dapat mengaksesnya lewat Internet

B. Perkembangan Cloud Computing

Cloud computing sebuah jargon baru diabad milenium yang lahir untuk merepresentasikan semua hal, sebuah konsep baru yang merubah mekanisme bagaimana mengembangkan sistem dilakukan. Sebuah metode virtualisasi yang memungkinkan sistem operasi, middleware, database server, email server sampai web itu sendiri adalah satu lapisan yang sama. Padahal kita tahu tidak ada satu server pun yang tidak dapat berjalan tanpa sistem operasi. 

Cloud ini telah menjadi backbone dan infrastruktur pendukung baik di Google, Facebook, Yahoo maupun  diberbagai dotcom dunia. Saat ini konsep cloud ini telah  memasukin perusahaan-perusahaan, dan sedang  mentransformasi penyimpanan dan operasi perusahaan.  Mekanisme backup dan recovery yang dijadikan standar operasi pemeliharaan sistem, telah bertransformasi  menjadi real time data warehousing,  karena  penambahan informasi tidak memungkinkan dibackup  kembali. Karena sistem harus berjalan 24 jam setiap hari  dan tidak boleh ada masalah.

Google memiliki layanan gmail yaitu sebuah mail gratis untuk dunia, pernah mengalamin masalah 30 menit dalam sejarah Google berdiri, telah menjadi bulan-bulanan berita kehandalan diberbagai media masa. Quality of Services sangat penting dalam dunia Internet  ini, tentu saja diperlukan untuk membuat para pengakses yang semakin banyak merasa nyaman.

C. Syarat Layanan Cloud Computing

Ada pun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mayanan yang ada di Internet dikatakan sebagai layanan Cloud Computing: 

1. Layanan bersifat "On Demand“.  

Pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.

2. Layanan bersifat elastis/scalable  

Pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan user berlangganan internet pada yang bandwidthnya 512 Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudian user menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s. 

3. Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider 

yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

 4. Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling )

Penyedia layanan Cloud Computing memberikan layanan melalui sumber daya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi data center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumber daya komputasi digunakan secara bersama￾sama oleh sejumlah user, dimana sumber daya tersebut baik yang berbetuk fisik atau virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna / pelanggan sesuai permintaan. Sehingga pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber daya komputasinya terpenuhi oleh penyedia layanan yang ada di Cloud Computing. Yang penting setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual. 

5. Akses Pita Lebar

Layanan yang terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama dapat diakses secara memadai memalui jaringan internet. Baik menggunakan thin client, thick client, ataupun media lain seperti smartphone. 

6. Layanan yang terukur

Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumber daya komputasi yang digunakan (penyimpanan,  memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.

D. Tipe Implementasi Cloud Computing

Tipe dari implementasi cloud computing sebagai berikut:

1. SaaS

Software as a Service, berbentuk aplikasi, contohnya adalah Salesforce, NetSuite 

2. PaaS

Platform as a Service, implementasi dari database, file system, web server, middleware, contohnya adalah Heroku, Engine Yard, Azure 

3. IaaS

Infrastructure as a Service, berbentuk virtualisasi dari infrastruktur seperti Amazon, Rackspace

E. Revolusi Komputasi

Adapun implementasi cloud computing adalah berjenjang, dimana tingkatan menciptakan piranti lunak sebagai layanan adalah yang terkompleks. Yang dapat dilihat pada diagram dibawah ini:



Dari awal menawarkan konektivitas internet dasar untuk menawarkan perangkat lunak sebagai layanan ISP. ISP 1,0 adalah semua menyediakan internet akses ke pelanggan, ISP 2,0 adalah fase di mana ISP yang ditawarkan kemampuan hosting Langkah berikutnya adalah co-lokasi melalui yang ISP mulai leasing keluar ruang rak dan bandwidth. 

Dengan ini, perusahaan bisa host server mereka menjalankan, Line of Business (LOB) aplikasi yang dapat diakses melalui web dengan karycloud, mitra dagang dan pelanggan. ISP 3.0 adalah menawarkan aplikasi pada langganan mengakibatkan 

Application Service Provider (ASP) kemudian muncul Software terbaru sebagai Service atau SaaS, adalah model ASP matang dan langkah logis untuk ISP akan merangkul Cloud.

Pendekatan piranti lunak sebagai services atau SaaS, memungkinkan integasi dan interoperabilitas antara piranti lunak, yang mana dalam implementasinya akan terancukan dalam konsep grid atau clustering, dimana dalam utilisasi yang sebenarnya menjalankan grid diatas infrastruktur tervirtualisasi akan memakan banyak resource. Cloud infrastrcuture sangat efisien bilamana diimplementasikan  dalam sistem kecil.

F. Evolusi Cloud

Cloud computing merupakan evolusi yang mengadopsi virtualization, serviceoriented architecture and utility computing. Cloud computing memungkinkan konsumen teknologi untuk memikirkan komputasi secara efektif dengan biaya minimal dan dapat diandalkan. Hal lain yang juga tidak perlu lagi dikhawatirkan oleh pengguna adalah tentang bagaimana membangunnya, cara kerjanya, siapa yang mengoperasikan atau di mana harus meletakkan.

Virtualization adalah penciptaan versi virtual (bukan aktual) terhadap sumber daya teknologi informasi, seperti sistem operasi, server, perangkat penyimpanan (storage) atau sumber daya jaringan. Virtualisasi dapat dilihat sebagai bagian dari tren secara menyeluruh dari Enterprise TI yang mencakup autonomic computing. Autonomic computing merupakan sebuah skenario di mana lingkungan TI akan mampu melakukan pengelolan sendiri (self management) didasarkan pada aktivitas yang dirasakan dan utility computing. Kekuatan pemrosesan komputer dianggap sebagai sebuah utilitas yang memungkinkan klien membayar sesuai yang diperlukan.


2. Memahami Cloud Computing

Ada beberapa pemahaman tentang Cloud Computing yang d LPapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud a Computing : 

a. Internet bisa dianggap cloud besar.  

Cloud berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah 'cloud'. Jadi semuanya disambungkan ke 'cloud', atau cloud itu.“ (Stevan Greve)


3. Cara Kerja Cloud Computing

Seorang pengguna cloud membutuhkan perangkat klien seperti laptop atau komputer desktop, komputer pad, ponsel pintar, atau sumber daya komputasi lainnya dengan web browser (atau rute akses lain yang disetujui) untuk mengakses sistem cloud melalui World Wide Web. Biasanya pengguna akan login ke cloud pada penyedia layanan atau perusahaan swasta. 

Cloud computing bekerja secara clientserver, menggunakan protokol web browser. cloud menyediakan server berbasis aplikasi dan semua layanan data kepada pengguna, dengan output ditampilkan pada perangkat klien. 

Jika pengguna ingin membuat dokumen menggunakan pengolah kata, misalnya, cloud menyediakan aplikasi yang cocok yang berjalan pada server yang menampilkan pekerjaan yang dilakukan oleh pengguna pada layar web browser klien.

Dengan komputasi cloud, klien hanya memerlukan komputer sederhana, seperti netbook , dirancang dengan komputasi cloud dalam pikiran, atau bahkan smartphone, dengan koneksi ke Internet, atau jaringan perusahaan, dalam rangka untuk membuat permintaan data dari cloud, maka istilah " perangkat lunak sebagai layanan "(SaaS). Perhitungan dan penyimpanan dibagi antara computer remote untuk menangani volume besar dari kedua, sehingga klien tidak perlu membeli perangkat keras mahal atau perangkat lunak untuk menangani tugas. Hasil dari tugas pengolahan dikembalikan ke klien melalui jaringan, tergantung pada kecepatan koneksi internet.







4. Resiko Cloud Computing

Selain keunggulan dan kemudahannya, teknologi cloud computing tetap memiliki resiko. Beberapa resiko yang mungkin terjadi antara lain: 

1. Service Level

Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery2. Privacy

Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tanpa sepengetahuan anda atau approve dari anda.

3. Compliance

Harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data di dalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.         

4. Data Ownership

Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan di dalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini. 

5. Data Mobility

Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud.


5. Syarat Cloud Computing

Beberapa syarat cloud computing sebagai berikut:

1. On-Demand Self-Services

Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.

2. Broad Network Access

Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain. 

3. Resource Pooling

Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.

4. Rapid Elasticity

Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan 

5. Measured Service

Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Jumat, 02 Juli 2021

NEURAL NETWORK

rangkuman materi pertemuan 14 tentang Neural Network yang terdiri dari : 

1. Konsep Neural network 

Neural network (jaringan syaraf) adalah sistem pengolahan informasi yang didasari filosofi struktur perilaku syaraf mahluk hidup. 

Struktur jaringan syaraf untuk mempelajari bagaimana menghasilkan keluaran yang diinginkan pada saat diberikan sekumpulan masukan. Hal ini dikenal dengan input-output mapping.

2. Komponen Jaringan Syaraf 

Jaringan syaraf riil terdiri dari :
1.Sinapsis
2.Dendrit
3.Axon
4.Cell Body (kumpulan cell)

Jaringan syaraf tiruan terdiri dari :
1.Pengali
2.Penambah
3.Selisih

3. Arsitektur JST Backpropagation 

Arsitektur
Pola koneksi antara neuron disebut Arsitektur  JST. Suatu JST biasanya terdiri dari lapisan input, 1 atau  2 lapisan tersembunyi dan output. Dapat berupa SLP 
atau MLP. Berapa jumlah dan nilai input , weight, output.

4. Contoh Neural network 

Jaringan syaraf yang mengenali saudara kandung dan kenalan. Semuanya
kecuali dua yang menunjukkan bobot ada kala 1.0. threshold adalah
ditunjukkan di bagian dalam simpul tersebut.

5. Single Perceptron Neural Network 

Dapat dilihat pada gambar dibawah, Jaringan syarafSingle perceptron (SLP) ini terdiri atas lapisan input dan lapisan output. SLP ini merupakan model yang sederhana. Biasa digunakan untuk mengemulasikan fungsi logika NOT, OR, AND, NOR, NAND.


6. Multi Layer Perceptron 

JST Multi Layer Perceptron, terdiri dari lapisan input, lapisan tersembunyi (hidden) dan lapisan output.

Bila SLP digunakan untuk fungsi sederhana, MLP digunakan untuk fungsi yang lebih rumit seperti XOR. Jumlah lapisan pada Lapisan tersembunyi bisa sangat banyak. 

7. Perancangan Neural network 

Proses ini dilakukan secara internal, yaitu dengan memerintahkan sistem untuk mengidentifikasikan hubungan antar masukan kemudian mempelajarinya. 

Proses eksternal, sistem bisa menggunakan umpan balik eksternal atau tanggapan yang diinginkan, untuk membentuk prilaku jaringan yang disebut sebagai Supervised Learning

8. Metode Pembelajaran 

Ada dua jenis metode pembelajaran

1. Supervised Learning
Metode pembelajaran ini merupakan metode belajar dari contoh yang benar. Dalam metode ini JST tidak belajar sendiri tetapi diajarkan melalui contoh-contoh tersebut.
Contoh algoritma : Backpropagation, Least-Mean-Squared

2. Unsupervised Learning
Pada metode ini JST tidak diberikan contoh-contoh yang benar. Tetapi mengandalkan analisa JST mengenali
kesamaan dan perbedaan antara data-data input. Contoh algoritma : k-means Clustering, Kohonen, ART.

9. Implementasi Neural network

Implementasi JST
1. Arsitektur
Pola koneksi antara neuron disebut Arsitektur JST. Suatu JST biasanya terdiri dari lapisan input, 1 atau 2 lapisan tersembunyi dan output. Dapat berupa SLP atau MLP. Berapa jumlah dan nilai input , weight, output.

2. Metode belajar
Setelah arsitektur telah selesai, JST perlu Belajar(learning) atau dilatih(train). JST Belajar dengan cara mengubah-ubah nilai w eight sehingga output dari JST sesuai.

Jumat, 18 Juni 2021

EXPERT SYSTEM/SISTEM PAKAR lanjutan

 Tentang expert system lanjutan yang terdiri dari : 

1. Konsep Expert System/Sistem Pakar 

Ada enam hal yang menjadi konsep dasar dari sebuah Sistem Pakar, yaitu :

Keahlian (Expertise)

Keahlian dapat diperoleh dari pelatihan/training, membaca atau dari pengalaman. Keahlian itu meliputi :

- Fakta-fakta tentang area

- Teori-teori tentang area

- Aturan-aturan tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi permasalahan yang

- Strategi global untuk memecahkan

Pakar (Expert)

Sulit untuk mendefinisikan apakah yang dimaksud dengan pakar itu. Masalahnya adalah berapa banyak keahlian yang harus dimiliki oleh seseorang agar dapat dikualifikasikan sebagai pakar. Namun berikut ini dijelaskan beberapa kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang pakar :

- Dapat mengenal dan merumuskan

- Dapat memecahkan masalah dengan cepat dan

- Dapat menjelaskan suatu

- Dapat menentukan

- Belajar dari pengalaman

Pemindahan Keahlian (Transferring Expertise)

Tujuan dari sistem pakar adalah memindahkan keahlian dari seorang pakar ke komputer dan kemudian ke manusia lain yang bukan pakar. Proses ini meliputi empat kegiatan, yaitu :

- Memperoleh pengetahuan pakar

- Merepresentasikan pengetahuan ke dalam komputer

- Mengolah pengetahuan sehingga dapat menghasilkan kesimpulan.

- Memindahkan pengetahuan ke pengguna

Pengetahuan disimpan dalam komputer berupa komponen yang disebut knowledge base. Pengetahuan ini dibedakan menjadi dua, yaitu fakta dan rule.

Menarik Kesimpulan (Inferencing)

Keistimewaan dari sistem pakar adalah kemampuan nalarnya. Komputer diprogram sehingga dapat membuat kesimpulan. Pengambilan keputusan ini dilaksanakan dalam komponen yang disebut inference engine.

Aturan (Rule)

Kebanyakan sistem pakar adalah sistem berbasis rule, pengetahuan disimpan dalam bentuk rule-rule sebagai prosedur pemecahan masalah.

Kemampuan Menjelaskan (Explanatin Capability)

Keistimewaan lain dari sistem pakar adalah kemampuan menjelaskan darimana asal sebuah solusi/rekomendasi diperoleh.


2. Struktur Expert System/Sistem Pakar 



3. Komponen Expert System/Sistem Pakar

 Komponen Sistem Pakar terdiri dari :

1. Fasilitas Akuisisi pengetahuan

2. Basis Pengetahuan dan Basis Aturan

3. Mekanisme Inferensi

4. Fasilitas Belajar Mandiri

5. Fasilitas Penjelasan Sistem

6. Antarmuka Pemakai


4. Tahap Pengembangan Expert System/Sistem PakarSistem Pakar dikembangkan dengan mengikuti

6 tahap seperti berikut ini :

1. Identifikasi

2. Konseptualisasi

3. Formalisasi

4. Implementasi

5. Evaluasi

6. Pengembangan Sistem      


ROBOTIC


Rangkuman pertemuan -13 tentang robotic

Robot 

Istilah ini pertama kali diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh penulis dan dramawan asal Chechnya, Karel Capek, yang memiliki arti pekerja dalam aksi panggungya yang berjul R.U.R (Rossum’s Universal Robots) pada tahun 1921.  

Robotik 

Robotik adalah ilmu yang mematerikan kecerdasan/intelegensia terhadap energi, artinya pengendalian secara cerdas terhadap gerakan yang terkoordinasi secara nyata.  Istilah ini diperkenalkan oleh Isaac Asimov untuk pertama kalinya dalam cerita pendeknya yang berjudul Runaround yang terbit tahun 1942.




1. Tipe Robot 

1. Robot Industri  bentuknya sudah fix dan  membutuhkan tempat yang tetap 

2. Robot Autonomous / Personal bentuknya lebih fleksibel dan tidak  membutuhkan tempat yang tetap  (mandiri)

2. Klasifikasi Robot 




3. Robotika di Indonesia 

Sejak tahun 80an, pendayagunaan dan pemanfaatan permesinan otomatis telah dilakukan terutama melalui sejumlah industri strategis, di antaranya: PT PINDAD (sistem, peralatan, dll.), PT LEN Industri (IT, perangkat lunak, komputasi), PT Bharata dan PTBBI (pengecoran presisi untuk membuat bagian-bagian mesin), dll. Di samping itu, PT DI dan PT PAL, yang merupakan pengguna mesin otomatis, telah menguasai pengetahuan mengenai operasionalisasi robot untuk teknologi pesawat terbang dan teknologi perkapalan.

Kontes Robot Indonesia pertama kali diselenggarakan oleh Depdiknas tahun 1990. Sebelas tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 2001, salah satu perwakilan dari Indonesia, yaitu tim B-Cak dari PENS - ITS telah berhasil mencapai prestasi yang spektakuler, yakni dengan keluar sebagai Juara Pertama pada Asia Pasific Broadcasting (ABU) Robocon yang diselenggarakan di Tokyo.

Pada tahun 2001 juga, Kementerian Ristek bersama dengan Depdiknas telah mempromosikan juara Kontes Robot Indonesia dalam pameran Ristek tahunan yaitu RITECH EXPO (Research, Inovation, Technology Expo) yang diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta. Dalam pameran tersebut terlihat respon positif dan antusiasme dari masyarakat.

Menjelang Kontes Robot Indonesia 2004, Kementerian Ristek bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional - Fakultas Teknik Universitas Indonesia telah menyelenggarakan semiloka (seminar dan lokakarya) dengan tema "Peluang dan Tantangan Teknologi Robot di Indonesia". Semiloka ini diselenggarakan dengan tujuan mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka pengembangan teknologi robot, agar para stakeholders tersebut dapat saling berbagi informasi terbaru dan berbagi pemahaman mengenai isu-isu teknologi robot yang sedang berkembang saat itu. Sasaran yang ingin di capai dengan semiloka ini adalah terdifusinya teknologi robot ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Yang menjadi sasaran dalam semiloka tersebut adalah difusi teknologi robot pada kalangan masyarakat yang lebih luas. Dengan diselenggarakannya seminar ini, diharapkan kalangan mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah serta kebutuhan industri dalam pemanfaatan dan pendayagunaan robot. Di sisi lain, pihak industri bisa mendapatkan informasi dan gambaran mengenai pemanfaatan dan pendayagunaan robot untuk keperluan dan kepentingan industry, serta prospek dan kemampuan yang para mahasiswa dalam mengembangkan teknologi robot

4. Jenis-jenis robot yang dikembangkan di Indonesia untuk Melawan pandemic covid-19

ANJING BOSTON

Robot berkaki empat, Spot, buatan Boston Dynamics ini pertama kali menarik perhatian melalui promosi di YouTube pada 2018. Robot anjing ini mampu membawa muatan 14 kilogram dengan kecepatan 1,6 meter per detik dan tenaga baterai swap yang bisa bertahan 90 menit. Spot tidak dijual bebas. Hanya industri terpilih, seperti konstruksi, minyak dan gas, listrik, pertambangan, keamanan publik, serta kesehatan, yang bisa menggunakan dengan skema sewa. Harga sewa per unit: Rp 350 juta


PERAWAT TOMMY

Robot humanoid yang dijuluki Tommy ini melayani pasien di unit perawatan intensif Rumah Sakit Circolo di Varese, sebelah utara Milan, Italia. Tommy sebetulnya robot Sanbot Elf buatan Qihan Technology Co, Shenzhen, Cina. Elf berdimensi 902 x 421 x 331 milimeter dan berbobot 19 kilogram. Memiliki kecepatan gerak 0,8 meter per detik, Tommy bisa mengukur tekanan darah dan saturasi oksigen pasien. Pasien dapat berkomunikasi dengan dokter via Tommy.


ANJING CINA

Robot anjing A1 buatan Unitree ini berbentuk sangat mirip dengan Spot milik Boston Dynamics. Bedanya, A1 menyasar konsumen pribadi untuk dijadikan anjing piaraan. A1 memiliki panjang 620 milimeter dan lebar 300 milimeter. Bobotnya 11,8 kilogram dan mampu membawa beban 5 kilogram. Kecepatan larinya 3,3 meter per detik dan ia bisa bersalto. Robot ini menggunakan baterai ion litium yang dapat bertahan selama dua jam.


ASISTEN MEDIS GINGER

Robot pembantu tenaga medis Ginger buatan perusahaan Cina, CloudMinds, ini sudah bertugas di rumah sakit darurat Wuhan Wuchang Smart Field Hospital. Ginger, yang aslinya bernama XR-1, memiliki sistem penghindar rintangan dan navigasi otomatis. Ia bisa mengantarkan obat serta makanan dan minuman kepada pasien. Robot yang bekerja dengan kecerdasan buatan ini dapat berbicara dan mengenal suara. Ginger disewakan harian, bulanan, atau tahunan.

Jumat, 28 Mei 2021

Vision dari Artificial Intelligence

 Rangkuman per-9 tentang Vision;


1. Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah.

2. Konsep Vision 

Untuk memahami Vision AI, kita tak boleh mengesampingkan lingkup area teknologi ini, yaitu computer vision. Computer vision merujuk pada serangkaian teknologi yang memungkinkan komputer untuk menangkap, menganalisis, dan memproses gambar.

Di tengah pengembangan AI yang menarik minat para pemain besar di bidang teknologi, laporan serupa juga menyebutkan bahwa sekitar US $ 2,5-3,5 miliar (sekitar Rp35-49 triliun) telah digelontorkan para perusahaan modal ventura pada 2016 lalu untuk mendukung pengembangan Vision AI .


3. Tugas Utama Vision 

Vision AI merupakan computer vision yang diberdayakan oleh AI. Salah satu kegunaan Vision AI yang paling banyak diterapkan saat ini adalah pengenalan gambar— kemampuan mesin dalam menginterpretasikan input dan menggolongkan apa yang telah terdapat dalam gambar atau video. Sederhananya, Vision AI mampu menganalisis objek dalam gambar yang tertangkap, untuk menghasilkan keputusan hingga mengambil tindakan.


4. Masalah di Vision 

Istilah Artificial Intelligence (AI) bukanlah hal baru. Definisinya dapat berubah tergantung pada tren dan temuan terbaru dalam penelitian. Secara umum, Kecerdasan Buatan adalah istilah umum untuk aplikasi apa pun di mana sistem komputer mensimulasikan kecerdasan mirip manusia. Ini termasuk pembelajaran, penilaian dan pemecahan masalah.

Sistem AI masih mencapai batasnya ketika berinteraksi langsung dengan orang-orang dan melakukan tugas-tugas kompleks. Tetapi sudah ada beberapa bidang di mana AI jauh di depan manusia: Berbeda dengan otak manusia, kinerja komputer tumbuh sangat pesat, sehingga seiring waktu layanan dan tugas baru dapat dilakukan dan dikuasai.


5. Vision AI dan Penerapannya 

Vision AI adalah bentuk inteligensi yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu, yaitu computer vision dan machine learning yang merupakan bagian dari AI. Machine learning sendiri secara sederhana merupakan teknik pembelajaran mesin yang membuatnya mampu belajar dan beradaptasi dari kumpulan data yang diproses.


6. Kiprah Vision AI di Indonesia

AI merupakan teknologi yang masih baru bagi sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, ekosistem teknologi dan startup yang berkembang pesat turut mendukung geliat positif pengembangan AI di Indonesia.

Sejalan dengan misi Indonesia mewujudkan industri 4.0, negara ini telah melahirkan sejumlah startup AI. Di bidang Vision AI, pengembangan berbasis teknologi ini dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, mulai dari sektor publik hingga sektor komersial.

Berbicara mengenai Vision AI dalam sektor publik, istilah smart city menjadi salah satu tren yang banyak disebut-sebut dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini memang membawa peranan penting terhadap smart city, seperti menyediakan solusi traffic management and surveillance, public safety, hingga water level monitoring.


Implementasi dan Pemeliharaan

IMPLEMENTASI DAN PEMELIHARAAN Pertemuan-14 1. Implementasi Perangkat Lunak IMPLEMENTASI • Perancangan dan implementasi PL adalah tahap dalam...